width=

ADAKITANEWS, Kota Kediri – Suwadi warga Kelurahan Dandangan Kecamatan/Kediri yang sehari-hari berprofesi sebagai pekerja harian lepas mengaku kebingungan untuk ikut menikmati fasilitas umum berupa tempat tinggal atau Rusun (Rumah Susun) di wilayah belakang Kantor Kelurahan Dandangan.

Laki-laki berusia 64 tahun ini berharap ada sedikit kelonggaran agar keluarganya bisa tinggal di rusun tersebut. Pasalnya, Suwadi masih menjadi satu-satunya tulang punggung bagi istri dan satu orang anaknya. “Disini saya hidup dengan 1 anak laki-laki dan satu orang istri. Dan untuk pekerjaan saya bekerja seadanya yang penting setiap hari ada yang bisa untuk dimakan,” ujarnya.

Suwadi juga menerangkan jika saat ini dirinya beserta keluarganya sangat berharap untuk bisa tinggal di Rusunawa Dandanan dengan alasan biaya lebih murah. “Saya disini baru sekitar 1 bulan. Sebelumnya saya tinggal di salah satu rumah kosong milik warga di sekitar Kelurahan Dandangan Kota/Kediri, akan tetapi karena rumahnya akan dijual oleh pemiliknya, ya kita harus pindah,” terangnya kepada Tim Adakitanews.com saat ditemui di rumah kos sekitar Gang Abdulgani RT6/RW6.

Dengan usia yang relatif tidak lagi muda, Suwadi sangat berharap kebijakan dari pihak pengelola Rusunnawa. “Sejak Januari 2017 saya sudah mendaftarkan untuk tinggal di Rusunawa bersama anak dan istri saya. Istri baru bisa berjalan baru-baru ini, semenjak terkena penyakit stroke, istri sudah tidak bisa membantu perekonomian keluarga, begitu juga dengan anak yang kondisinya kurang memungkinkan untuk bekerja karena kondisi kejiwaannya yang kurang stabil,” pungkasnya.

Sementara Kepala Kelurahan Dandangan Kecamatan/Kota Kediri saat dimintai komentar terkait masalah yang dikeluhkan oleh Suwadi mengantakan, warga Kelurahan Dandangan tersebut sebenarnya adalah warga yang baik.

“Saya kasihan kalau mendengar dan melihat kondisinya karena ditolak tinggal di Rusunawa dengan alasan yang mungkin kurang substansial, harapan saya buat pengurus rusunawa bisa memberikan kelonggaran untuk orang-orang yang memang membutuhkan tempat tinggal. Saya tahu sendiri jika Pak Suwadi itu memang tidak punya rumah dan sering berpindah-pindah. Saya sebagai Kepala Kelurahan Dandanan sudah berusaha membantu Pak Suwadi agar bisa bertempat tinggal di rusunawa akan tetapi karena tidak akan keterikatan antara Rusunnawa dan Kelurahan, ya mau bagaimana lagi. Intinya pihak pengurus Rusunawa, mari bersama-sama membantu masyarakat yang memang membutuhkan,” jlentreh Suparno saat ditemui di kantor Kelurahan Dandangan.(kdr8)

Keterangan gambar: Suwardi beserta keluarganya, dan Kepala Kelurahan Dandangan, Suparno.(Foto :Sugiono)