Warga Minta Pabrik Cor Beton di Gampengrejo Ditutup

ADAKITANEWS, Kediri – Kepala Desa (Kades) Ngebrak Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri, Suraji sampai saat ini masih menunggu surat balasan dari PT Merak Jaya Beton terkait permintaan warganya yang meminta pabrik cor beton di Dusun Grompol Desa Ngebrak tersebut ditutup.

Suraji mengatakan, pasca peristiwa bocornya tangki penampung semen di pabrik tersebut pada Rabu (17/05) sore kemarin, warga akhirnya mengirimkan surat pernyataan yang isinya meminta pihak pabrik menutup usahanya.

“Saya mewakili warga sudah menunggu pemilik PT Merak Jaya Beton yang dari Surabaya sejak kemarin sore. Sebab saya menyampaikan surat pernyataan tuntutan warga, isi surat tersebut warga minta tuntutan ganti rugi dan agar usaha tersebut ditutup. Kemungkinan hari ini surat pernyataan itu sudah dikirim oleh staf PT Merak Jaya Beton ke atasannya,” cakapnya via telepon, Kamis (18/05).

Ditanya terkait masalah perizinan yang selama ini disoal warga, Kades Ngebrak mengatakan, perizinan usaha tersebut sudah melalui prosedur. Ia menjelaskan, dalam aturan perizinan usaha di desa hanya memerlukan persetujuan kanan kiri tempat yang akan digunakan usaha serta mengetahui Kades dan Camat setempat.

“Sebelah selatan dan barat PT Merak Jaya Beton itu adalah tanah kas desa. Jadi cukup yang menandatangani adalah saya. Sedangkan sebelah timur adalah jalan raya dan utara tempat tersebut sungai. Jadi tidak perlu ada tanda tangan warga itu semua sudah sesuai prosedur,” imbuhnya.

Sementara itu pantauan Tim Adakitanews.com di lokasi, sudah tidak terlihat aktivitas apapun di pabrik tersebut.(udn)

Keterangan gambar : Lokasi PT Merak Jaya Beton yang disegel warga.(foto:fasihhuddin kholili)

Recommended For You