Warga Mojoroto Gempar Tukang Gali Saluran Air Menemukan Batu Balok Diduga Benda Bersejarah

Kediri(adakitanews.com)—Warga di Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri mendadak gempar. Pasalnya warga setempat dihebohkan dengan penemuan dua batu berbentuk balok diduga peninggalan zaman Kerajaan.

Penemuan dua batu bersejarah tersebut, ditemukan oleh tukang galian saluran air di kawasan Perumahan Candra bernama Tri Toni Tama pada, Rabu (1/6/2022) lalu.

Pada saat itu ia sedang melakukan aktivitas menggali tanah dengan kedalaman 60 centimeter dari permukaan tanah.

Pada mulanya Tri Toni Tama mendapati beberapa batu bata berukuran 20 x 35 centimeter, yang kemudian dirinya sisihkan. Selang beberapa saat kemudian ia menemukan sebuah batu yang awalnya dikira bagian pondasi aspal jalan.

Dikarenakan lokasi galian saluran air berdekatan dengan bahu jalan di kawasan perumahan tersebut.

“Saya kira pondasi aspal, ternyata semakin kedalam ada batu berbentuk siku, setelah digali lebih dalam ternyata bentuknya kotak dan memanjang,”ucap Tri Toni Tama, Sabtu (4/6/2022).

Diduga batu berbentuk balok tersebut merupakan benda bersejarah, besoknya ia melaporkan temuan tersebut ke pihak Pemerintah Kota Kediri dalam hal ini Dinas Budaya Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora).

Sementara itu, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setiyowati, mengatakan, pihaknya membenarkan adanya penemuan batu berbentuk balok terukir seperti aksara, gambar atau simbol kuno oleh salah satu pekerja galian saluran air dari Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim).

Namun, ia masih belum berani memberikan keterangan secara resmi perihal batu balok tersebut di era masa kerajaan mana, dikarenakan akan dikaji terlebih dahulu oleh tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.

” Diduga batu balok yang ditemukan diduga merupakan bagian dari Candi, yang pada mulanya hanya satu balok kemudian ditemukan kembali batu balok kedua yang lokasinya bersebelahan,” ujar Endah Setiyowati.

Lanjut Endah, pihanya telah melakukan pengukuran batu balok pertama yakni berdiameter panjang 112 centimeter lebarnya 960 centimeter dan memiliki ketebalan 36 centimeter. Sedangkan batu balok kedua belum diketahui ukuranya dikarenakan baru ditemukan pada, Sabtu (4/6) ini.

Sebagai upaya mengamankan kedua batu berbentuk balok tersebut, pihaknya memindahkan dari lokasi penemuan ke Museum Airlangga Kota Kediri sembari menanti kedatangan tim BPCB Jatim.

” Kita harus bekerjasama dengan BPCB Jatim untuk melakukan kajian maupun penelitian lebih lanjut,” terangnya.

Terpisah, Pemerhati Sejarah dari Tapak Jejak Kediri, Doni Wicaksono menyampaikan, dirinya menduga batu berbentuk balok tersebut ada kaitannya dengan “punden” di Perumahan Candra Kirana Kelurahan Bandar Lor.

Yaitu, berupa Betara Guru atau sebutan umumnya Arca Agastya peninggalan era kerajaan Majapahit dulunya terletak di sebelah utara penemuan dua batu balok dan kini telah berada di Museum Airlangga Kediri.

Adanya sebuah batu balok seperti yang ditemukan. Dulunya merupakan sebuah penanda, sedangkan dua batu balok berbahan batuan andesit tadi berdiameter besar.

Dirinyapun belum dapat bisa memastikan era peninggalan kerajaan kuno mana yang mempengaruhi dua batu balok berdiameter besar dengan dilengkapi ukiran tersebut.

Namun adanya ukiran seperti aksara jawa kuno pria yang akrab disapa Doni mengungkapkan, jika dieja mengunakan kalimat bahasa Indonesia atau latin berbunyi “La”.

” Itu dibaca secara bolak-balik kiri dan kanan berbunyi La. Nah ini yang menarik karena biasanya aksara La itu harus ada kalimat selanjutnya namun pada batu tersebut berdiri sendiri. Keunikanya lagi berdasarkan sepintas melihat secara detail karena belum dibersihkan, di atas aksara Laa ada seperti koma panjang berarti angka 7 (tujuh.red). Mungkin setelah nanti dibersihkan saya dapat mengetahui apa yang tertera dalam batu balok tersebut,” urainya.

Terakhir Pemerhati sejarah yang sekaligus aktif berkecimpung di kesenian musik metal Kediri ini menambahkan, ia menduga bahwa batu balok tersebut bukan merupakan umpak (unsur bangunan yang berfungsi sebagai penyangga tiang pada bangunan.red) namun merupakan sebuah alas dari sebuah bangunan dikarenakan ada aksara jawa yang terpisah tadi.

” Kalau umpak banyak terdapat di makam atau punden disebelah penemuan tadi, jika balok batu biasanya merupakan dasar dari sebuah bangunan Candi,”pungkasnya.(Gar).

Recommended For You