width=

ADAKITANEWS, Blitar – Pertemuan lanjutan antara warga Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar yang menuntut penghentian sementara proses pembangunan pabrik gula, dengan investor berlangsung di salah satu hotel di Blitar, Kamis (16/03).

Camat Binangun, Cuk Widatmuko mengatakan, kegiatan ini merupakan acara lanjutan dari hearing di DPRD Kabupater Blitar pada Senin (13/03) lalu. Acara dihadiri oleh warga Desa Rejoso untuk menyampaikan aspirasinya, berikut Muspika, dan pihak investor. “Intinya tetap pada kejelasan 2 masalah, pertama potongan 2,5 persen dari pembelian lahan dan penggunaan aset desa yang dilakukan panitia lokal,” katanya saat diwawancara, Kamis (16/03).

Hasil dari musyawarah ini, lanjut Cuk, ada kesepakatan antara investor dari PT Rejoso Manis Indo dengan warga Rejoso. “Kesepakatan pertama, bahwa kasus adanya indikasi dari penyimpangan itu akan ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. Kedua, proses pembangunan pabrik gula bisa dilakukan lagi setelah sebelumnya sebagian warga menghentikannya, namun dengan catatan proses pembangunan seperti pengurukan akan dibentuk panitia dari Pemerintah Desa, dengan anggota dari elemen masyarakat,” jelasnya.

Kemudian untuk pembentukan panitia dari Pemerintah desa ini, kata Cuk, akan dibentuk setelah ada bukti nyata pemberhentian tim atau panitia atau lokal yang terdiri dari 3 orang. “Penitia ini akan segera dibentuk, namun 3 orang dari panitia lokal yang diduga melakukan penyelewengan ini terlebih dahulu harus diberhentikan,” imbuhnya.

Sementara itu, saat diwawancara Tim Adakitanews.com, perwakilan warga Desa Rejoso, Erik Sulaksono mengatakan, masyarakat Desa Rejoso menyepakati untuk tetap mengawal proses hukum dari penyelewengan penyalahgunaan aset desa. “Setelah musyawarah tadi, pihak perusahaan juga meminta warga Desa Rejoso untuk mengawal proses hukum terhadap adanya dugaan penyelewengan oleh panitia lokal,” kata Erik.

Selain itu menurut Erik, pihak perusahaan juga meminta warga masyarakat untuk mengizinkan proses pembangunan pabrik bisa dilanjutkan. “Ya warga Desa Rejoso mempersilahkan pembangunan pabrik dilanjutkan, tetapi terlebih dahulu menunggu pembentukan Panitia pembangunan atau pengurukan dari Pemerintah Desa yang akan melibatkan masyarakat sekitar,” jelasnya.(blt2)

Keterangan foto : Suasana mediasi antara pihak Investor, Muspika, dan warga Desa Rejoso Kecamatan Binangun di salah satu hotel Blitar.
(foto : fathan)