Warga Rejoso Tetap Akan Tutup Akses Jalan Pabrik

ADAKITANEWS, Blitar – Proses pengurukan dan pemerataan tanah aset Desa yang dilakukan untuk pembangunan pabrik gula terus berjalan. Warga Desa Rejoso Kecamatan Binangun pun akhirnya bertekad tetap akan menutup akses jalan masuk lahan yang akan digunakan sebagai pabrik gula oleh PT Rejoso Manis Indo ini.

Ada sekitar 4 ribu meter persegi aset desa berupa saluran air dan jalan yang kini sudah berubah menjadi lahan yang rata dengan tanah dan tidak lagi dapat difungsikan seperti sebelumnya. Aset desa ini berada di tengah-tengah lahan yang akan digunakan untuk pembangunan pabrik gula. Penutupan ini dilakukan sejak Minggu (28/05) lalu oleh sejumlah warga yang peduli terhadap aset desanya.

Kepala Desa Rejoso, Wawan Aprillianto mengatakan bahwa penutupan ini akibat kekesalan warga Desa Rejoso, dimana aset tanah desanya diubah oleh orang lain tanpa ada proses tukar guling. “Warga masih belum membuka sampai ada kejelasan aset desa yang sudah berubah bentuk, tanpa adanya proses tukar guling, warga akan tetap menutupnya,” ungkap Wawan saat dihubungi melalui telepon, Kamis (01/05).

Wawan menjelaskan, bahwa sebelumnya berkembang isu jika 4 ribu meter persegi tanah aset desa ini sudah melalui proses tukar guling yang dilakukan oleh tim pembebasan lahan. Sehingga tim pembangunan sudah melakukan proses pengurukan dan pemerataan tanah, termasuk aset desa. Namun pihak PT Rejoso Manis Indo mengaku belum melakukan tukar guling tanah aset desa, sehingga warga desa memilih menutupnya. “Kalau tukar guling, siapa yang menandatangani, sebab selama proses ini Desa dipimpin oleh PJ,” tegasnya.

Untuk diketahui, pihak Desa Rejoso juga tengah mempersiapkan berkas-berkas untuk menggugat terbitnya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk PT Rejoso Manis Indo. Bahkan pihak Desa juga sudah menunjuk kuasa hukum untuk permasalahan ini.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo menilai, permasalahan penutupan akses jalan Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo ini karena adanya IMB untuk PT Rejoso Manis Indo. Untuk itu, ia meminta pada Pemerintah Kabupaten Blitar untuk membentuk tim investigasi terkait terbitnya IMB PT Rejoso Manis Indo ini.

Hasil dari tim investigasi ini menjadi acuan, apakah terbitnya IMB ini sudah sesuai prosedur. Jika sudah sesuai, maka ia meminta pada pemerintah untuk menjelaskan pada masyarakat untuk meredam konflik, sementara jika belum sesuai, maka harus ada langkah untuk membekukan IMB atau mencabut IMB tersebut.

“Ini salah satu langkah untuk meredam konflik yang ada di masyarakat, karena terbitnya IMB ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tim Adakitanews.com, Kamis (01/06) siang.(blt2)

Keterangan gambar: Wawan Aprilianto, Kepala Desa Rejoso Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar.(dok. Adakitanews.com)

Recommended For You