ADAKITANEWS, Blitar – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Blitar, Mujianto mengatakan, tahun ini Kabupaten Blitar mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Dijelaskan, ada tiga kualifikasi atau kategori warga yang mendapatkan bantuan dari program Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera (Jalin Mantra) ini. Yakni Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (BRTSM), Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan (PFK), dan Penanggulangan Kerentangan Kemiskinan (PK2). Namun demikian, Mujianto menegaskan, untuk Kabupaten Blitar hanya mendapatkan bantuan untuk dua kategori yakni, PKF dan PK2.

“Kategori warga yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi adalah mereka yang sudah melakukan sensus terlebih dahulu. Dan kami hanya menyalurkannya,” ujarnya, Selasa (04/04) siang.

Mujianto mengungkapkan, total bantuan tersebut adalah sebesar Rp 1.901.623.000 untuk warga rentang miskin dan janda miskin di Kabupaten Blitar. Bantuan Jalin Mantra ini telah disosialisasikan kepada Camat, Kasi PMD, Kepala Desa, BKD, PKK Desa, SKPD terkait, dan Direktur Bumdes.

Menurutnya, ada 24 desa dari 9 Kecamatan yang masuk dalam kategori PKF. Sementara untuk kategori PK2, ada 9 desa dari 6 Kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar. “Desa-desa yang ditunjuk mendapatkan bantuan Jalin Mantra ini juga sudah ditentukan oleh Pemprov Jatim,” tegas Mujianto.

Untuk bantuan PKF ini, lanjut Mujianto, diperuntukkan kepada kepala rumah tangga perempuan, seperti janda dan ibu rumah tangga yang sudah ditinggal oleh suaminya bertahun-tahun tanpa kabar. Bahkan penerima manfaat Jalin Mantra ini juga dipilih kepala rumah tangga yang masih produktif.

Diharapkan bantuan ini nantinya dapat dikembangkan, sehingga keluarga lebih sejahtera. “Bantuannya tidak berupa uang tunai, namun berupa alat untuk mengembangkan kreatifitasnya, sehingga lebih mendidik,” paparnya.

Sementara untuk PK2, katanya, diperuntukkan bagi warga yang terancam miskin, karena disebabkan oleh beberapa hal. Seperti kenaikan tarif dasar listrik atau kenaikan harga BBM. Dan PK2 ini, tidak harus kepala rumah tangga perempuan namun juga laki-laki.

Secara teknis, PK2 berkerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk menyalurkan bantuan berupa permodalan. Untuk desa-desa yang mendapatkan bantuan Jalin Mantra, nanti akan ditentukan oleh pihak desa melalui musyawarah desa. “Bisa saja daftarnya PFK dan PK2 banyak, namun anggaranya tidak cukup, maka akan ditentukan desa melalui rembuk desa,” tandasnya.

Meski demikian, Mujianto menegaskan bahwa anggaran bantuan Jalin Mantra ini tidak hanya disalurkan seluruhnya untuk warga, namun juga untuk operasional lain. “Bantuan langsung masyarakat yakni Rp 1.567.500.000, untuk Biaya Operasional Desa Rp 273.750.000, dan untuk honor pendamping Jalin Mantra desa yakni Rp 60.375.000,” jelasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data yang dikirim oleh Pemprov Jatim, untuk Kecamatan di Kabupaten Blitar yang mendapatkan PFK dan PK2 yakni, Kecamatan Bakung dua desa, Kecamatan Sutojayan satu desa, Kecamatan Kademangan tiga desa, Kecamatan Kesamben tiga desa, Kecamatan Selorejo tiga desa, Kecamatan Doko satu desa, Kecamatan Ponggok lima desa, Kecamatan Wonodadi dua desa, Kecamatan Udanawu satu desa, Kecamatan Nglegok satu desa, Kecamatan Sanankulon dua desa, Kecamatan Selopuro satu desa, dan Kecamatan Srengat dua desa.(blt2)

Keterangan gambar: Sosialisasi program Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera (Jalin Mantra).(ist)