ADAKITANEWS, Blitar – Bertempat di Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, beberapa petugas dengan baju oranye mendeklarasikan Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar sembarangan (BABS). Selain dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat di Sananwetan, acara deklarasi itu juga diikuti jajaran Muspika seperti Camat, para Lurah, Kapolsek, Danranmil, serta perwakilan komunitas masyarakat sadar lingkungan.

Mereka mendeklarasikan jika BABS merupakan kegiatan tercela yang merugikan semua orang. Dan akan berjanji tidak buang air besar sembarangan serta tidak membiarkan orang lain juga buang air sembarangan di wilayah mereka.

Camat Sananwetan, Heru Eko Purnomo menjelaskan bahwa kegiatan ini bekerja sama dengan Dinkes terkait ODF atau tidak buang air besar sembarangan. Deklarasi sengaja dilaksanakan di Sananwetan lantaran tingkat kesadaran di wilayah ini cukup tinggi.

Dari data tahun 2016, sudah 96 persen warga yang telah melakukan BAB di jamban. Hal itu kemudian ditindaklanjuti pada tahun 2017 dengan sudah 100 persen warga yang sudah buang air besar di jamban.

“Maka dari itu kita berani mendeklarasikan sebagai kecamatan bebas buang air besar sembarangan,” kata Heru Eko Purnomo, Senin (27/11).

Dia berharap dengan deklarasi ini nantinya dapat terus menjaga komitmen masyarakat. Ia juga tidak ingin setelah adanya deklarasi ini, ada warga yang masih buang air besar sembarangan.

Heru Eko Purnomo mengatakan, komitmen ini tidak berasal dari pemerintah melainkan dari kemauan bersama yang dibuat masyarakat.

“Kita tidak ingin setelah dideklarasikan, ada yang kambuh lagi BAB di sungai. Dengan ini bakteri e-coli bisa berkurang atau hilang yang membuat hidup lebih sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Dharma Setiawan menjelaskan kalau tinja mengandung bakteri e-coli. Jika berak di sembarang tempat, lanjutnya, tinja tadi akan dihinggapi lalat lalu berpindah ke makanan, kemudian terjadi transfer bakteri pada makanan. Bila makanan sampai di perut, maka bakteri tersebut akan mengeluarkan racun yang membuat seseorang diare.

“Jika buang air sembarangan tinja akan terpapar bebas dan bakteri e-coli dan akan menyebar. Yang paling berbahaya adalah kejadian luar biasa diare massal. Maka dari itu kalau BAB baiknya menggunakan jamban sehat sehingga tinja disimpan di tempat tertutup,” jelas dr Dharma.

Kalau dari sektor kesehatan berbasis sanitasi, Dinas Kesehatan Kota Blitar mendorong elemen masyarakat untuk memiliki kesadaran ketika mengetahui risiko buang air besar sembarangan. “Maka dari pentingnya deklarasi ini dengan warga tahu risikonya dan mereka berjanji untuk tidak berak sembarangan,” pungkasnya.(hms/fat/wir)

Keterangan gambar: Petugas ODF Kecamatan Sananwetan saat membaca Deklarasi.(foto: wiro)