width=

ADAKITANEWS, Nganjuk – Proses pembangunan Waduk Semantok yang sudah direncanakan sejak tahun 2014 lalu saat ini sampai pada tahapan relokasi pemukiman warga terdampak. Pernyataan ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nganjuk, Bambang Eko Suharto.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Sambikerep Kecamatan Rejoso tersebut dihadiri oleh pihak Bappeda, anggota DPRD dari Komisi C dan Komisi B, Wakil Administratur Perhutani KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Nganjuk, dan warga dari dua dusun yang terdampak yaitu Dusun Sambikerep dan Dusun Kedungnoyo Desa Tritik. “Karena pembangunan ini memerlukan dana besar, saya minta masyarakat untuk memulai relokasi permukiman secara bertahap,” kata Bambang Eko, Selasa (01/11).

Bambang berharap, pembangunan waduk ini nantinya ada peran serta dari masyarakat terdampak. “Pengalokasian anggarannya sebesar Rp 115 miliar yang sedianya akan dipersiapkan dari APBD Kabupaten dan perlu pembahasan dari tim anggaran DPRD seperti apa teknisnya,” jelasnya.

Ditegaskan Bambang, awal pengerjaan waduk ini akan dimulai pada awal 2017 yaitu pada tahap pengerjaan pemukiman warga yang terdampak. Saat ini, sedang ditawarkan kepada warga terkait seperti apa nantinya pemukiman yang diharapkan. “Ada 5 alternatif pilihan hunian yang telah didesain dari ITN Malang. Jika salah satu sudah disepakati untuk hunian warga terdampak, maka pelaksanaan pengerjaan bisa di mulai. Saya tafsir bisa selesai dan difungsikan sekitar 6 tahun,” tandas Bambang.

Sementara, anggota Komisi C, Sujarwo menambahkan, sosialisasi dilakukan untuk menampung aspirasi mengenai permasalahan yang ada di masyarakat yang terkena dampak. Diantaranya masalah pergantian tanah, alih profesi warga dan relokasi tempat tinggal warga. “Jadi pembangunan yang positif ini setidaknya bisa mengubah tingkat perekonomian dengan keberadaan waduk ini nantinya,” kata Sujarwo.

Sujarwo menambahkan, proyek ini akan membawa dampak positif diantaranya perekonomian seperti adanya kawasan wisata di masa depan, yang saat ini belum di miliki masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Hal tersebut juga diperkuat anggota Komisi B, Raditya Yuangga. Dirinya sangat setuju jika masyarakat ikut membantu terutama terkait relokasi serta menyetujui proses pembayaran ganti rugi yang rencananya bakal dilakukan secara bertahap. “Saya akan merealisasikan dan menyetujui pembangunan Semantok, jika pembayaran dilakukan secara bertahap selama tiga kali pembayaran dalam tiga tahun,” kata Angga.

Menurutnya, jika dana sebesar Rp 115 miliar hanya diperuntukkan untuk pembangunan Semantok dan dibayarkan sekaligus, jelas dari tim anggaran DPRD merasa keberatan. “Saya menginginkan dalam tiga tahun ganti rugi sudah selesai. Jika sekaligus, saya dari Panggar (Panitia Anggaran) merasa keberatan,” tandasnya.

Perlu diketahui, Waduk Semantok yang rencana akan dibangun ini memiliki luas sebesar 500 meter dengan panjang 3 kilometer, dan merendam 102 kk dari dua dusun yaitu Dusun Sambikerep dan Dusun Kedungnoyo.(Jati)

Keterangan Gambar: Saat sosialisasi pembanguman Waduk Semantok di Balai Desa Tritik.(Foto : Bagus Jatikusumo)