Warga Sidokare Unjuk Rasa Tolak Pembangunan Toko Ponsel

ADAKITANEWS, Sidoarjo – Puluhan warga Kelurahan Sidokare RT 6/RW 2 Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo menggelar aksi unjuk rasa di depan sebuah proyek pembangunan di Jalan KH Mukmin no 45, Kamis (08/06). Warga menolak pembangunan gedung yang rencananya akan digunakan sebagai toko ponsel ini lantaran menjadi penyebab rusaknya beberapa bagian rumah mereka.

Pantauan di lokasi, unjuk rasa dilakukan warga dengan memasang spanduk di depan proyek pembangunan gedung tersebut. Selain itu mereka juga meminta agar kuli yang mengerjakan proyek, menghentikan aktivitasnya.

Ketua RT 6/RW 2, Untung Subekto mengatakan, kegerahan warga terhadap pengerjaan proyek itu didasari karena tidak adanya sosialisasi kepada mereka terkait pembangunan tersebut. “Mereka mengaku sudah izin kepada warga, tapi kenyataannya tidak ada,” katanya.

Untung menambahkan, gejolak warga juga muncul karena ada beberapa bagian rumah mereka yang retak akibat pembangunan tersebut. “Selain itu kabel listrik sudah masuk ke area warga. Parahnya lagi, prasasti 10 simbol PKK juga dipotong oleh mereka,” jelasnya.

Sementara ketika dikonfirmasi terkait pendapat warga tersebut, Pelaksana Proyek Gedung, Adi Wiyanto langsung membantah. Ia mengaku sebelum melaksanakan pembangunan, pihaknya sudah mengumpulkan warga, pemuda, BPN, dan kelurahan. “Warga setuju kok, ini ada tanda tangan warga plus stempelnya. Lalu yang dimasalahkan apa, wong izinnya lengkap, IMB sampai Lingkungan Hidup ada semua,” tegasnya.

Kemudian ketika disinggung soal prasasti PKK, Adi menyatakan pihaknya siap mengganti. “Kalau mereka mempermasalahkan kabel yang masuk area warga itu bisa dibetulkan. Prasasti itu sudah masuk tanah kami. Nanti kalau pembangunan selesai pasti kita bangun lagi,” imbuhnya.

Adi mengaku juga akan bertanggung jawab soal kerusakan bangunan rumah warga. “Dari awal sebelum dibangun, kita sudah melakukan perjanjian akan membetulkan jika ada rumah warga yang rusak,” jelasnya.

Sementara pasca aksi unjuk rasa itu, Adi akhirnya terpaksa menghentikan sementara aktivitas pekerjanya. “Kita lihat situasi selanjutnya bagaimana,” pungkasnya. (sid2)

Keterangan gambar : Warga melakukan unjuk rasa di depan proyek pembangunan gedung.(foto : mus purmadani)

Recommended For You