ADAKITANEWS, Jombang – Warga Dusun/Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang menemukan bahan peledak jenis mortir saat melakukan penggalian untuk kandang ternaknya. Diperkirakan mortir tersebut, merupakan peninggalan zaman Belanda.

Mortir dengan diameter 50 sentimeter dan panjang 80 sentimeter itu ditemukan pertama kali oleh Mohamad Asharnudin, 30, warga Desa Sumbermulyo Kecamtan Jogoroto. Ia menceritakan bahwa saat itu dirinya bersama beberapa temannya sedang melakukan penggalian untuk menguruk kandang ternak yang berada di lahan belakang rumah. Saat penggalian dengan kedalaman 60 sentimeter, tiba-tiba ada benda keras yang membentur cangkulnya.

Berbekal rasa penasaran, pria yang akrab dipanggil Ashar itu terus melakukan penggalian hingga akhirnya menemukan sebuah bulatan besar. “Pada pagi hari saat menggali untuk kandang, saya menemukan benda keras di kedalaman 60 sentimeter. Lalu saya teruskan mencangkul sampai akhirnya menemukan sebuah wujud bulatan besar,” ungkap Ashar, Selasa (06/02).

Awalnya Ashar bersama teman-temannya tidak menduga bahwa temuannya tersebut merupakan sebuah bom peledak berjenis mortir. Ia menduga temuannya tersebut merupakan sebuah besi tua yang berbentuk bulat dengan ukuran besar. Saat dikonsultasikan dengan Bhabinkamtibmas kepolisian setempat, ternyata terkuak bahwa barang yang ditemukan oleh warga Desa Sumbermulyo tersebut merupakan sebuah mortir.

“Awalnya saya memperkirakan ini hanya besi biasa. Ternyata saat saya konsultasikan dengan Bhabinkamtibmas bahwasannya ini merupakan bom. Dan diperkirakan bom ini masih aktif, karena bau belerangnya masih terasa ini,” ujar Ashar.

Sementara, Kapolsek Jogoroto, AKP Sumiyanto mengatakan bahwa bom yang ditemukan tersebut diperkirakan merupakan peninggalan zaman peperangan Belanda. Saat ini pihak kepolisian sedang berkoordinasi dengan Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) untuk melakukan pemindahan. Sedangkan saat disinggung mengenai aktif atau tidaknya mortir tersebut, AKP Sumiyanto belum bisa memastikannya.

“Kita masih berkoordinasi dengan pihak jihandak untuk memindahkan. Kita belum tahu masih aktif atau tidak. Nanti yang bisa menentukan rekan-rekan dari jihandak,” pungkas AKP Sumiyanto.(ar)

Keterangan gambar: Kondisi mortir pasca ditemukan sejumlah warga di Desa Sumbermulyo Kecamatan Jogoroto Kabupaten Jombang.(ist)