ADAKITANEWS, Kota Madiun – Gaung Monumen Gembok Kejujuran Kota Madiun ternyata telah menggema hingga ke luar Kota Madiun, bahkan terus mendapat atensi dari masyarakat luas.

Setelah diresmikan oleh Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto beberapa waktu lalu, banyak kalangan berdatangan untuk menyematkan gembok sebagai simbol kejujuran di monumen tersebut. Seperti pada Sabtu (05/08), rombongan masyarakat yang mengaku berasal dari Kota Pahlawan Surabaya, bersama-sama menyematkan gembok di Monumen Gembok Kejujuran Kota Madiun.

“Kami pada hari ini sengaja datang dari Kota Surabaya ke Madiun ini salah satu tujuannya adalah menyematkan gembok di Monumen Gembok Kejujuran ini,” terang Dr Cinta Riyani, kepada Tim Adakitanews.com.

Ditanya lebih lanjut alasan dirinya bersama dengan rekan-rekannya berpartisipasi ikut menyematkan gembok kejujuran, Cinta menyampaikan hal itu merupakan sebagai wujud dukungan moral terhadap visi dan misi Monumen Gembok Kejujuran, dalam memberikan pembelajaran tentang pentingnya kejujuran sebagai modal awal untuk tidak melakukan tindakan korupsi.

“Kebetulan rombongan ini merupakan rekan sekolah di SMPN 5 angkatan tahun 1966 yang sudah berdomisili di Kota Surabaya,” jelas Herutomo, salah satu penggagas tembok kejujuran yang ikut mengantar rombongan dari rombongan dari Surabaya itu.

Seperti diberitakan sebelumnya jika Monumen Gembok Kejujuran di Kota Madiun ini merupakan yang pertama kali ada di Indonesia, dan diresmikan pada 20 Juli 2017 lalu oleh Wakil Walikota Madiun beserta jajaran Forkompimda Kota Madiun serta dihadiri perwakilan KPK Jakarta, yaitu Dedie A Rachim selaku Direktur Pembinaan Jaringan Dan Kerjasama Antar Komisi Dan Instansi (PJKAKI).

Sedangkan ide pembuatan monumen tersebut, digagas oleh Jaringan Pekerja Budaya baik yang berada di Jakarta maupun di Kota Madiun.(bud)

Keterangan gambar : Rombongan dari Kota Surabaya saat ikut menyematkan gembok di Monumen Gembok Kejujuran.(foto : budiyanto)