Demo-3

ADAKITANEWS, Kota Madiun – Puluhan warga RT 19/RW 8 Kelurahana Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun menolak beroperasinya Pabrik Kembang Api di kampungnya. Dalam penolakan itu, warga memasang 3 buah spanduk kecaman dipasang sebagai protes atas berdiri pabrik itu, Selasa (19/5) siang lalu. Warga tidak melakukan aksi lain, selain memasang spanduk dan sesekali meminta pihak berwenang turun.

Isi spanduk antara lain “Pak Wali, Pak Kapolres Lindungilah Keselamatan Kami, Pak Wali Jangan Keluarkan Izin Pabrik atau Gudang Kembang Api! Keselamatannya Kami Lebih Penting daripada PAD serta Warga RT 19 Demangan Menolak Berdirinya Pabrik Kembang Api di Wilayah Kami.” Penuturan warga, pabrik itu sudah berdiri bangunanya sekitar setahun lalu. Akan tetapi, kondisinya sangat tertutup.

“Kami menduga meski belum ada ijin, tapi sudah berproduksi. Tiap produksi baunya sangat tidak enak hingga membuat nafas sesak. Kalau berproduksi dalam jumlah besar bagaimana nasib sumur-sumur dan kesehatan warga. Meski, pabrik itu memakai cerobong tinggi, bau tetap saja timbul dan berlangsung sejak 2-3 bulan lal,” ujar koordinator aksi warga, Darmono.

Atas kondisi itu, warga berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun tidak memberikan ijin pengoperasian pabrik itu. Menyikapi keluhan warga, pernah disampaikan kepada pengelola pabrik, hanya dijawab dilakukan perbaikan. “Kenyataan, saat pengolahan dilakukan dan cerobong mengeluarkan asap, hingga kini masih saja menimbulkan bau tidak enak,” ujar Sabarudin warga lainnya.

Sisi lain, warga merasa keheranan atas pengakuan pihak pabrik sudah adanya persetujuan dari sejumlah warga. Namun, saat dicek kepada warga bersangkutan menyatakan tidak pernah memberikan tanda tangan untuk perijinan. “Perijinan dari warga itu mengherankan, masak hanya cukup 2-3 warga saja. Sedangkan, warga lain masih dalam satu RT juga berdampak tidak diminta persetujuan.

“Kami beberapa waktu lalu sudah dimintai persetujuan, namun mayoritas warga menolak. Dalam pertemuan itu tidak ada satu pun warga RT 19 menyetujui, sekarang pabrik bisa berproduksi. Bahkan, info diterima warga, pihak pabrik sudah mendapatkan persetujuan dengan membubuhkan tanda tangan warga RT 19,” ujar Sabarudin.

Dilaporkan, selama aksi berlangsung warga hanya melakukan pemasangan spanduk didepan pabrik tambahan segera dioperasikan. Terlihat sejumlah aparat mengawasi aksi warga itu dan belum ada pihak bersedia dikonfirmasi menyangkut aksi warga itu. “Pak Wali (Walikota) temui kami dan dengar keluhan kami,” ujar seorang warga sembari disambul yel-yel. (UK)

Keterangan Gambar : warga demo di depan pabrik tambahan inilah, rencana dipakai sebagai pengembangan pabrik, warga RT 19/RW 8 Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun, menggelar orasi dan memasang spanduk penolakan pengoperasian pabrik kembang api.