Kediri(Adakitanews.com)—Akhirnya Satreskrim Polres Kediri Kota berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan di hotel Lotus Kediri.

Petugas mengamankan RP (23) asal Desa Larenkulon Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. RP dilumpuhkan menggunakan timah panas karena hendak lari saat ditangkap petugas.

Berdasarkan keterangan saat pers rilis, tersangka diamankan saat berada di rumah kosnya di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan dan analisis Satreskrim Polres Kediri Kota dari rekaman CCTv yang diamankan petugas.

“Dari rekaman CCTv anggota Satreskrim berhasil mengetahui pelaku dan menangkap pelaku di rumah kosnya. Pelaku sempat melakukan perlawanan oleh sebab itu petugas melumpuhkannya,” tegas Kapolresta Kediri AKBP Eko Prasetyo, Jumat (5/3/2021).

Hasil analisa CCTv, diketahui pelaku masuk menggunakan helm. Petugas pun menganalisa CCTv yang ada disekitar lokasi, dan mengetahui pelaku datang dengan menggunakan ojek online.

Selanjutnya, petugas melakukan penyisiran dan mengetahui siapa orang yang mengorder ojek online pada saat kejadian.

Pertemuan RP dengan korban ini tidak lain dari prostitusi online. Melalui aplikasi Michat, pelaku berkenalan dengan korban. Keduanya kemudian melakukan transaksi dengan harga yang telah disepakati sekitar Rp 700.000. Namun ternyata Refi tidak memiliki uang sesuai dengan perjanjian.

Tersangka yang keseharian bekerja penjual online ini pun datang ke hotel dengan membawa pisau yang ditaruh di dalam tas. Setelah melakukan hubungan seksual, pelaku hanya membayar korban dengan uang sebesar Rp 300.000. Hal itu yang membuat MY sempat marah.

Pelaku mengancam korban menggunakan pisau yang telah dibawahnya. Korban sempat berteriak dan akhirnya dicekik oleh RP. Dia dengan keji menusuk tubuh MY dan menikam leher korban hingga meninggal dunia.

Setelah membunuh MY, RP kembali pulang ke tempat kosnya. Pelaku berusaha menghilangkan barang bukti dengan mencuci pakaian dan pisau miliknya. Selama lima hari, korban hanya berada di rumah kosnya bersama istrinya.

“Pelaku sudah menyiapkan senjata pisau yang akan digunakan untuk membunuh MY dari rumah. Pelaku juga telah mencuci pakaian miliknya yang penuh darah,” ungkap AKBP Eko.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan ancaman hukuman mati dan pidana penjara paling ringan 20 tahun. (Oky).