ADAKITANEWS, Kota Madiun – Kesbangpol Kota Madiun bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Madiun melaksanakan kegiatan sosialisasi terkait tahapan Pemilukada tahun 2018.

Kegiatan dilaksanakan di Asrama Haji, Jalan Ringroad Kota Madiun, Selasa (14/03) dengan tujuan untuk menekan angka golput sehingga mampu meningkatkan jumlah angka pemilih.

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Madiun, Sekda Kota Madiun, unsur DPRD, Kejaksaan Negeri Madiun, Kodim 0803, Kepala OPD, Camat, Lurah, para Ketua RT dan RW se-Kota Madiun, serta pelajar SMA sebagai pemilih pemula sekitar 2.000 orang.

Dalam sambutannya Wawali, Sugeng Rismiyanto menyampaikan, kegiatan tersebut khususnya bagi pemilih pemula sangatlah penting. Dengan pemahaman terkait Pemilukada yang benar maka akan memberikan dampak positif kepada mereka. “Inti dari kegiatan ini adalah terlaksananya Pemilukada yang damai dan bermartabat,” jelas Wawali.

Komisioner KPUD, Sasongko menyampaikan jika kegiatan yang difasilitasi oleh Kesbangpol Kota Madiun ini bertujuan agar masyarakat bisa paham proses dan tahapan Pemilukada tahun 2018 nanti, sehingga saat pelaksanaan nanti masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya secara baik.

“Mengenai NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) tahun 2017 sudah disetujui dan masuk APBD. Hanya tahapannya nanti menunggu saat pelaksanaan dimulai,” jelas Sasongko kepada Tim Adakitanews.com.

Beliau juga menambahkan terkait pelarangan bagi PNS, TNI, Polri serta penyelenggara pemilu atau pengawas pemilu dalam mendukung calon perseorangan atau independen. Apabila hal tersebut diketemukan pada saat verifikasi, maka dianggap tidak memenuhi syarat.

Untuk diketahui, KPUD Kota Madiun untuk Pemilukada tahun 2018 menganggarkan Rp 13,4 miliar mulai dari tahapan tahun 2017 dan saat pelaksanaan 2018.(bud)

Keterangan gambar: Wawali saat membuka sosialisasi Pilkada 2018. (paling kiri) Komisioner KPUD Sasongko.(foto:Budiyanto)