ADAKITANEWSNganjuk-20150406-00207, Nganjuk – Wanita Penjaja Sex (WPS) masih beroperasi meskipun tempat lokalisasi itu sudah ditutup. Tempat Eks Lokalisasi dan warung remang-remang tersebut adalah Kandangan, Pring Kuning, Pehserut dan Lemah Ledok Candirejo Kabupaten Nganjuk.

Sebanyak delapan orang WPS yang terjaring razia oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Nganjuk. Para WPS yang terjaring razia ini dikumpulkan di ruang Sedudo Pemkab Nganjuk untuk dilakukan pendataan. Ternyata, salah satu WPS dengan nama Str, sebelumnya pernah terjaring razia di tempat yang sama, yakni warung Lemah Ledok Desa Candirejo Kecamatan Loceret. Waktu itu, Str diperbolehkan pulang setelah menanda tangani surat pernyataan tidak akan menjual diri lagi.

Setelah dilakukan pendataan, kedelapan WPS ini langsung diperiksa petugas dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui apakah terinveksi virus HIV/AIDS. Selanjutnya, penanganan tersebut di ambil alih oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Nganjuk untuk dibawa ke panti rehabilitasi.

Kasat Pol PP Kabupaten Nganjuk, Suhariyono mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia di eks lokalisasi yang ditengarai masih ada kegiatan prostitusi terselubung. “Semuanya akan kita razia dan penanganan selanjutnya akan kita serahkan kepada Dinsosnakertrans,” Terangnya

Untuk selanjutnya, Suhariyono mengatakan pihaknya akan menempatkan satu regu yang berisi 10 personil anggota Satpol PP serta dibantu oleh 31 Satgas dari warga sekitar di eks lokalisasi. Personel tersebut mulai malam ini akan menempati posnya masing-masing, terutama di eks lokalisasi Kandangan. “Regu ini akan melakukan penangkapan jika diketahui ada praktek prostitusi,” Jelasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Kabupaten Nganjuk, Iit Herliana menyayangkan perilaku para WPS yang membandel dan tidak mau meninggalkan dunia hitam. Padahal, semua lokalisasi sudah dideklarasikan untuk ditutup sejak 28 Januari yang lalu.

“Ini sebuah permasalahan sosial yang harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana,” tuturnya.

Semua WPS yang telah terjaring razia ┬átidak akan ditolelir lagi dan akan dimasukkan ke panti rehabilitasi yang ada di Kediri. Dikarenakan saat ini kondisi panti masih penuh, maka untuk sementara kedelapan WPS akan dibawa ke panti Sidoarjo. “Kita titipkan di Sidoarjo dulu dan akhir bulan April baru kita pindahkan ke Kediri,” jelasnya

Dari kedelapan WPS tersebut tujuh di antaranya berasal dari Kabupaten Nganjuk. Ketujuh WPS itu berinisial Lin (23),Put (21),El (38), Mir (49), Yat (49), War (46), dan Str (40). Hanya Sum (48) yang berasal dari Kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah. (jati).